![]() |
| Servasius Bambang Pranoto membeberkan filosofi di balik minyak kutus-kutus yang dibuatnya |
Jakarta - Beberapa waktu yang lalu, minyak kutus-kutus sempat viral di dunia maya. Walaupun begitu, ternyata pembuat produk minyak oles ini memiliki filosofi yang terkandung di dalamnya.
Servasius Bambang Pranoto, sang pembuat minyak kutus-kutus tidak menampik bahwa ada beberapa kelompok yang menyukai dengan produk yang dibuatnya. Khususnya dari kalangan kesehatan.
"Karena kita menggunakan cara berpikir yang tidak lazim. Karena kita telah meninggalkan akar kebudayaan yang diberikan oleh nenek moyang kepada kita," kata Bambang kepada Health rekan kami ditemui di Senayan, Jakarta pada Rabu kemarin, ditulis Kamis (5/12/2019).
Bambang mengatakan, kebudayaan timur menyatakan bahwa penyembuhan sesungguhnya berasal dari dalam diri kita sendiri. Khususnya pikiran. Ayam Kampus
"Jadi kutus-kutus tidak dibuat untuk menyembuhkan, tapi membangunkan kekuatan kita agar kekuatan kita bisa menyembuhkan diri kita sendiri," kata Bambang.
Alasan Membuat Minyak
"Karena dulu itu racun oral sudah kebiasaan. Jadi raja dan semuanya takut oral. Makanya pakai minyak," kata pria kelahiran Klaten ini.
"Karena, katanya, perkembangan ilmu pengetahuan, itu semua dihilangkan, obat beralih ke oral. Dari situlah mulai banyak penyakit-penyakit," katanya.
Untuk bahan dalam minyak kutus-kutus, Bambang menggunakan konsep keharmonisan untuk penyembuhan. "Makanya kok sakit disuruh berdoa. Kan tidak masuk akal. Tapi karena berdoa itu harmonis."
Konsep Harmonis dalam Pohon
"Jadi kalau kita ingin bikin obat yang harmonis harus semua unsur pohon ada. Akarnya, batangnya, daunnya," kata pria yang sempat mengenyam pendidikan di SMA De Britto Yogyakarta ini.
Dengan menggunakan minyak untuk menarik sari-sari dari tumbuhan tersebut, Bambang pun membuat minyak kutus-kutus. Konsep ini serupa ketika seseorang membuat infused water.
"Jadi kutus-kutus itu bukan minyak distilasi tapi minyak infused. Kedua, unsur kutus-kutus adalah unsur bumbu karena 80 persen bahannya dari bumbu," kata Bambang yang berdomisili di Bali itu. Bandar Poker
Apabila sebelumnya ia menggunakan 49 bahan, saat ini Bambang menggunakan 69 bahan pembuat minyak kutus-kutus. Menurutnya, angka ini memiliki keunikan yaitu serupa dengan yin dan yang.




No comments:
Post a Comment