Pengakuan Warga Wuhan Pasca Terkarantina karena Virus Corona: Hanya Bisa Duduk dan Menunggu Mati - Mengulas Infomasi Terbaru

Thursday, January 30, 2020

Pengakuan Warga Wuhan Pasca Terkarantina karena Virus Corona: Hanya Bisa Duduk dan Menunggu Mati


Berita Online Menarik - Seorang warga Kota Wuhan memberikan pengakuannya terkait kehidupan dirinya dan orang-orang di sekitarnya pasca mewabahnya Virus Corona.

Pria yang tidak diketahui namanya tersebut mengatakan orang-orang di Wuhan kini sangat sulit mendapatkan perawatan dan diagnosa kesehatan dari pihak yang berwajib.

DikutipTribunWow.com dari akun twitter The Epoch Times, @EpochTimes, pada Kamis (30/1/2020), akun tersebut mengunggah sebuah video yang menampilkan cerita seorang pria yang bercerita bagaimana kehidupannya di Wuhan setelah wabah Virus Corona menyebar.

Mulanya ia menjelaskan bagaimana rasanya hidup di Wuhan saat ini.

Pria yang tidak diketahui namanya tersebut menceritakan betapa beratnya kehidupan di Wuhan setelah wabah Virus Corona.

Ia menjelaskan apabila ada keluarga atau rekannya yang terkena Virus Corona, mereka tidak akan mampu berbuat banyak dan hanya bisa diam tak berdaya.

Hal tersebut lantaran, berdasarakan penjelasannya saat ini sangat sulit mendapat layanan medis dan diagnosa dari pihak berwajib di Wuhan.

"Bayangkan menjadi seorang penduduk Wuhan," katanya.

"Bayangkan dirimu di posisi ku, hidup di sini."

"Keluargamu, temanmu, kenalanmu tiba-tiba terkena penyakit misterius."

"Bukan karena mereka menolak untuk bekerja sama, mereka tidak memiliki pilihan."

"Mereka tidak dapat pengobatan medis apapun, bahkan tidak mendapat diagnosa."

"Mereka hanya bisa duduk dan menunggu untuk mati," tambahnya.

Pria itu juga membahas bagaimana pengidap Virus Corona tidak selalu menunjukkan gejala yang tampak dan dapat diamati langsung.

Begitu juga dengan penularan, yang tidak BandarQ hanya melalui sistem pernapasan tetapi juga mampu menular lewat mata.

"Dan gejala dari virus, tidaklah seperti apa yang dikatakan oleh pemerintah, seperti demam, batuk-batuk, atau apapun itu," kata pria tersebut.

"Sebenarnya, meskipun kamu tidak memiliki demam dan batuk-batuk, kamu masih berkemungkinan mengidap penyakit itu."

"Dan itu tidak hanya ditularkan melalui oral, anda juga bisa tertular melalui mata anda, ini sudah dikonfirmasi," tambahnya.
Ia menjelaskan sebagai warga Wuhan yang telah terkarantina selama hampir seminggu, mereka tidak bisa melakukan apa-apa.

"Kami benar-benar tidak berdaya," jelasnya.

DominoQQ Berdasarkan data terakhir yang dihimpun oleh South China Morning Post, Kamis (30/1/2020), jumlah kasus Virus Corona kian besar dan menyebar ke mana-mana.

Zhong yakin Virus Corona tidak akan berlangsung lama seperti SARS sebab pemerintah China telah mengambil langkah tegas dalam penanganan virus yang telah menewakan 100 orang tersebut.

"Setelah gelombang ketiga infeksi dimulai, pemerintah telah mengambil langkah tegas, khususnya pada deteksi dini dan isolasi dini," jelasnya.

"Sehabis menjalani dua langkah tersebut, kami cukup percaya diri untuk menghindari gelombang (infeksi) selanjutnya," tambah Zhong.

Zhong menambahkan, setelah puncak wabah Virus Corona yang akan terjadi selama 1 minggu ke depan, ia memprediksi angka kasus Virus Corona tidak akan bertambah lagi.

"Saya perhitungkan wabah Virus Corona akan berada di puncaknya selama satu pekan atau 10 hari ke depan, setelah itu tidak akan ada lagi kenaikan besar-besaran," paparnya.

Pernyataan Zhong disetujui oleh Gao Fu, direktur dari Chinese Centre for Disesase Control and Prevention atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit pemerintah China.

Gao Fu setuju bahwa titik balik wabah Virus Corona akan terjadi pada Sabtu (8/2/2020).

"Saya pribadi merasa optimis, dan percaya bahwa situasi akan berkembang, tetapi semua orang harus mematuhi segala langkah kontrol dan preventif yang ada," jelasnya.

No comments:

Post a Comment