Update Kasus Gadis Remaja Diperkosa oleh Ayah, Kakak dan Adiknya di Lampung, Korban Juga Sering Dikurung oleh Ibu Kandungnya - Mengulas Infomasi Terbaru

Monday, February 25, 2019

Update Kasus Gadis Remaja Diperkosa oleh Ayah, Kakak dan Adiknya di Lampung, Korban Juga Sering Dikurung oleh Ibu Kandungnya


Perkembangan Domino QQ  kasus gadis yang diperkosa oleh ayah, kakak dan adiknya sendiri di Lampung masih terus bergulir.

Beberapa fakta baru tentang kasus gadis yang diperkosa oleh keluarganya sendiri di Lampung ini terus bermunculan.

Kasus gadis yang diperkosa di Lampung ini ternyata punya sejarah panjang yang menyayat hati.

Dari informasi sebelumnya, diketahui bahwa korban dengan Kampus QQ inisial AG (18) diperkosa oleh ayah kandung, kakak kandung dan juga adik kandungnya sendiri.

Korban diperkosa hingga lima kali dalam sehari.

Kasus ini baru terungkap setelah mendapat penanganan Lembaga Perlindungan Anak.

Tarseno, petugas dari Lembaga Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat Merah Putih mengatakan bahwa dirinya yang juga adalah tetangga setempat sempat curiga akan hal yang dilakukan para pria keluarga ini.

Pasalnya kondisi AG berubah sangat drastis.

AG tinggal bersama sang ayah setelah ibunya meninggal.

Diketahui bahwa ayah dan ibu AG bercerai, AG lalu tinggal bersama sang ibu kala itu.

Tarseno yang melihat perubahan drastis dari kondisi tubuh AG kemudian mendatangi rumahnya dan berniat melakukan pemeriksaan kesehatan.

Bandar Q AG juga mengaku tertekan saat mendapat penanganan dari psikolog.

Dari situlah terkuak segala kelakuan bejat ayah, kakak dan adiknya.

Belakangan juga diketahui bahwa selama hidup bersama sang ibu, AG juga mengalami tekanan.

Ia kerap dikurung di kamar oleh ibunya.

"Berdasar informasi, korban selama bersama ibunya dikurung di kamar ketika ibunya berangkat kerja, dan dibuka ketika ibunya pulang kerja," kata Tarseno, Jumat (22/2/2019).

Setelah ibunya meninggal, AG tinggal bersama neneknya namun sang ayah menjemput dan mengajaknya tinggal bersama, dari situlah hari-hari buruknya terjadi.

AG yang mengalami keterbelakangan mental tentu merasa sangat tertekan dengan kondisi keluarganya.

Bukan mendapat perlindungan dan kasih sayang, dirinya justru diperlakukan dengan sangat tidak layak.

Korban juga belum tentu makan satu kali dalam sehari, meski ia ditugaskan untuk memasak di rumah itu. Agen Bandar

No comments:

Post a Comment