Cinta membuat orang lebih impulsif - Mengulas Infomasi Terbaru

Saturday, February 9, 2019

Cinta membuat orang lebih impulsif

Kata psikolog, rasa suka terhadap seseorang bisa mengubah perilaku belanja. Mana kala hati sedang berbunga-bunga orang cenderung ingin mencoba hal-hal baru karena perasaan itu memicu hilangnya kontrol diri.

Hasil riset dari Singapura ini memberi pencerahan tentang bagaimana urusan hati memengaruhi otak manusia. Memicu perilaku yang tidak rasional, bahkan konyol.

Temuan ini juga berimplikasi bagi pengiklan yang bisa memanfaatkan informasi status hubungan pengguna media sosial. Mereka yang sedang jatuh cinta bisa jadi sasaran empuk promosi yang menyajikan beragam pilihan.

Dalam upaya pembuktian, Domino QQ penulis studi Profesor Irene Huang melakukan serangkaian percobaan. Ia melibatkan sekitar 700 mahasiswa laki-laki dan perempuan.

Hasilnya, terungkap lah bahwa orang jatuh cinta cenderung suka berbagai macam produk saat belanja. Pasalnya sikap ini merupakan gerakan simbolik untuk memulihkan ketenangan dan martabat.

"Memiliki berbagai pilihan bisa menciptakan rasa berkuasa terhadap lingkungan seseorang dan berfungsi sebagai sumber kendali pribadi," jelas Huang. Katanya,merasakan dorongan untuk mengubah jenis makanan atau band yang biasa Anda dengarkan bisa jadi tanda jatuh cinta.

"Jatuh cinta sering membangkitkan rasa ketidakpastian karena tidak jelas apakah perasaan itu akan dibalas. Mencari variasi bisa jadi simbol untuk menegaskan kembali rasa berkuasa seseorang," urai Huang.

Lewat serangkaian uji coba, tren seperti inilah yang ditemukan Huang dan tim.

Dalam salah satu eksperimen peserta diminta membayangkan mereka berencana membeli yoghurt di toko lokal. Mereka bisa memilih hendak membeli paket dengan lima rasa berbeda atau sama rasa.

Kemudian mereka diminta menjawab pertanyaan tentang keadaan mereka. Termasuk apakah saat itu sedang menaksir seseorang. Peserta yang hatinya sedang berbunga-bunga cenderung memilih opsi yoghurt dengan berbagai rasa.

Dalam percobaan lain para peserta diberitahu bahwa para peneliti bekerja sama dengan sebuah lokakarya penulis untuk menulis artikel tentang kehidupan sehari-hari orang yang berbeda.

Peserta dibagi menjadi dua kelompok. Mereka harus membuat tulisan jelas dengan tajuk 'Saya sedang menaksir seseorang' atau 'Inilah keseharian saya.'

Setelah menulis, sebagai imbalan mereka diperbolehkan memilih empat buah permen di antara lima rasa. Seperti percobaan sebelumnya, peserta yang menulis tentang romantisme membuat pilihan yang lebih beragam.

Dalam eksperimen ketiga, Huang dan tim membandingkan bagaimana perilaku suka dibandingkan dengan mereka yang jatuh cinta--artinya perasaan mereka telah berbalas.

Setelah menulis tentang salah satu dari dua skenario, peserta harus membayangkan mereka akan diberi satu camilan setiap minggu selama lima minggu. Mereka harus memilih satu dari enam pilihan. Sekali lagi, orang yang jatuh cinta lebih memilih banyak variasi dalam makanan mereka.

Apakah jatuh cinta membuat orang menjadi lebih 'lapar'? Menurut terapis pernikahan dan keluarga Bandar Q Kat Van Kirk Ph.D., sebenarnya justru sebaliknya. Orang bisa kehilangan nafsu makan akibat love sick.

"Love sick mungkin sebenarnya adalah hormon stres, kortisol yang mencemari pembuluh darah di perut dan membuat Anda mual," kata Kirk. Jadi, walau nafsu mengudap itu ada, begitu orang yang jatuh cinta memikirkan pujaan hatinya, ketidaknyamanan di perut mungkin membuat mereka tak nafsu makan.

Kata Huang, orang sering kali menganggap diri mereka objektif dalam mengambil keputusan. Tetapi keinginan atas beraneka ragam variasi juga bisa muncul ketika mereka merasakan kurangnya kendali pada tahap hubungan apa pun.

Bagaimanapun, rasa suka itu layak dipelihara. Sebab perasaan romantis bisa berdampak positif pada suasana hati seseorang.

Rasa suka memicu pelepasan hormon dopamin dan serotonin yang memantik perasaan bahagia dan puas. Dari situ bisa muncul semangat dan motivasi diri yang lebih baik.

"Baik itu yang berhubungan dengan pekerjaan, akademik, bahkan kebiasaan olahraga," ujar Robert Glatter M.D., asisten profesor pengobatan darurat di Lenox Hill Hospital. Motivasi itu bisa jadi bekal untuk menata fokus dan menyelesaikan tugas. Agen bandar

Namun, tak ada salahnya berhati-hati. Sebab tak semua efek rasa suka terhadap seseorang melahirkan hal positif.

Clarissa Silva, ilmuwan perilaku dan pelatih relasi mengatakan rasa suka bisa menimbulkan kecemasan. Ini dapat membuat orang berlaku tak biasa demi membuat pujaan hati terkesan.

No comments:

Post a Comment